Boleh Kecewa, tapi Jangan lari dari Allah
Pernah kamu merasa kecewa?
Tentu saja pernah. Kita semua manusia biasa yang penuh dengan berbagai rasa dalam hati kita, marah, malu, benci, kecewa, sedih. Semua itu manusiawi.
Sejak kita kecil hingga dewasa perasaan itu telah hadir menemani kita, namun kadang kita tak menyadarinya. Kita lebih memilih mengabaikan semua perasaan itu, atau bahkan malah menuruti perasaan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, bertambah usia, tentu banyak hal yang telah kita lewati. Banyak kisah yang telah terjadi. Banyak masalah yang kita hadapi. Semakin hari, terasa semakin sulit.
Kadang kita bisa bahagia oleh hal paling sederhana, namun kita bisa pula marah dan sedih oleh sebuah tindakan bahkan lelucon yang tidak disengaja. Begitulah manusia.
Apakah semua itu membuat kita lantas menyerah? Lari dari kenyataan dan menyalahkan orang lain akan kondisi yang tak mampu kita ubah ? Pernahkah kita sadari bahwa selama ini ada yang peduli dengan kita, ada yang menyayangi kita setulus hati, mau mendengarkan kita, selalu mamberi petunjuk pada setiap masalah kita ? Dialah Allah, Tuhan seluruh alam. Yang maha pengasih, Maha penyayang.
Allah, dzat tempat yang tepat untuk mengadu. Saat dunia berpaling meninggalkan kita, saat dada sesak dan punggung tak mampu ditegakkan karena beratnya beban hidup, Allah akan terus menanti kita, menengadah kepada-Nya, berseru menyebut nama-Nya dalam keadaan apapun diri kita.
Kita memang berkali-kali jatuh dan patah hati oleh tingkah manusia, berulang kali merasa dunia ini seperti tak adil. Namun, kekecewaan dan kesedihan yang kita derita tak boleh sekalipun menjauhkan hati dari Allah, Tuhan kita. Jangan pernah sekalipun kita berpikir bahwa Allah tak adil.
Sebagai musim yang bertaqwa, sudah sepatutnya kita selalu berpikir positif atas semua takdir Allah, bukan hanya yang baik, namun buruk sekalipun. Bukankah kita telah diajarkan rukun iman sejak kecil ? Ke enam rukun iman itu haruslah menjadi pegangan hidup kita, meyakininya di dalam hati kita, dengan begitu kita dapat menjalani hidup dengan lebih lues.
Ingatlah, bahwa hanya Allah yang mampu memutar balikan kondisi hamba-Nya. Allah yang menakdirkan setiap masalah itu datang untuk menguji iman kita dan Allah juga yang akan membantu kita menyelesaikannya.
Jangan pernah merasa kecewa dan berpaling dari Allah, karena jika bukan Allah yang menolong kita, maka tak ada makhluk apapun yang mampu menolong kita, bahkan diri kita sendiri.
Komentar
Posting Komentar